Rabu, 08 Juli 2015

Perjuangan

hidup di tengah jutaan bangkai mayat hidup,
yg bau busuknya membuat sedikit orang itu menutup hidung dan mulut sang ibu,
tapi keringat darah dijalan ini masih memaksa untuk iklas memangku ibu pertiwi,
jalan ini masih panjang musuhku,,,engkau aku tunggu di garda paling depan dekat keranda sang dzalim,bukan untuk mati konyol,tapi untuk memenuhi titah sebagai seorang pemimpi.
masih ada yang harus terjaga disaat yang lain telah terlelap tidur dan masih ada yang harus tetap berteriak disaat yang lain telah lelah,demi cita2 panjang di tanah yang telah dijanjikan.
mari kita pilih diam tertindas atau berteriak ditengah terik matahari panas dgan melawan iblis dan koloni kapitalis yg bersenjata, untk sdkit memaksa takdir untk mengikuti kehendak kita,,
salam perjuangan
a/d

1 komentar: